Minggu, 03 Juni 2012

Tanggung Jawab Sosial Ilmuan


Ilmuan sebagai orang dengan latar pengetahuannya yang cukup, harus bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuannya secara porporsional kepada masyarakat dengan bahasa yang dapat mereka cerna. Tanggung jawab sosial ini penting dalam rangka mengusahakan kebenaran epistemologi, baik dari segi untung-rugi, baik-buruk, dan sebagainya, sehingga penyelesaiannya yang objektif terhadap setiap permasalahan sosial yang dimungkinkan.
               Kasus-kasus sosial dalam masyarakat membutuhkan penanganan dan penyelesaian secara epistemologi; karenanya, tanggung jawab sosial dalm pengembangan epistemologi adalah penting. Ilmuan dengan kemampuan pengetahuannya dapat memberikan argumentasi, pengkajian kritis dan membangun opini masyarakat mengenai permasalahan kehidupan yang dihadapi. Ilmuan bertanggung jawab dalam hal memberikan ramalan-ramalan berdasarkan berdasarkan pengetahuannya mengenai permasalahan-permasalahan yang sedang menggejala maupun yang tersimpan dalam kehidupan masyarakat. Ilmuan dalam rangka itu bukan saja mengandalkan pengetahuan dan daya analisisnya namun juga integritas kepribadiannya dalam suatu kehidupan sosial yang luas dan mendalam. Tanggung jawab dalam rangka pengembangan epistimologi bukan hanya memberikan informasi, namun memberi contoh. Ilmuan harus tampil ke  depan memberikan suri teladan. Menghadapi situasi kemasyarakatan, dimana dunia nilai megalami kegoncangan, maka seorang ilmuan harus tampil ke depan.
Berdasarkan permasalahan sosial dapat dirumuskan beberapa bentuk tanggung jawab sosial ilmuwan, yaitu:
1.      bahwa seorang ilmuwan harus mampu mengidentifikasi kemungkinan permasalahan sosial yang akan berkembang berdasarkan permalahan sosial yang sering terjadi dimasyarakat,
2.      Bahwa seorang ilmuwan harus mampu bekerjasama dengan masyarakat yang mana dimasyarakat tersebut sering terjadi permasalahan sosial sehingga ilmuwan tersebut mampu merumuskan jalan keluar dari permasalahan sosial tersebut,
3.      Seorang ilmuwan harus mampu menjadi media dalam rangka penyelesaian permasalahan sosial dimasyarakat yang mana masyarakat Indonesia yang terdiri dari keanekaragaman ras, agama, etnis dan kebudayaan sehingga berpotensi besar untuk timbulnya suatu konflik, dan
4.      Membantu pemerintah untuk menemukan cara dalam rangka mempercepat proses intergrasi sosial budaya yang mana ini bertujuan untuk mempererat tali kesatuan antara masyarakat Indonesia. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...